Jepang – ITB Bangun Rumah Bola Bambu

Standar

Jepang nampaknya tidak pernah kehabisan ide untuk menangani dampak gempa. Salah satunya adalah struktur bangunan berbentuk bola.

Ide ini dicetuskan dosen tamu program studi Desain Produk Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Bando Takaaki dari Musashino Art University, Jepang. Awal pekan ini, dengan program studi Desain Produk Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman (PUSKIM), dia meluncurkan proyek mega struktur, Bamboo Shelter Project.

Kepala Program Studi Desain Produk ITB Andar Bagus menjelaskan, proyek ini dilatari kenyataan banyaknya orang terperangkap di dalam bangunan ketika gempa mengguncang Kobe, Jepang. Menurut Andar, Prof. Bando pun tergerak mengembangkan desain bangunan alternatif yang aman bagi penghuninya.

Berbagai studi dan eksperimen menunjukkan, bola merupakan struktur paling stabil. Ini bisa dilihat dari bentuk benda alam dari yang paling kecil seperti virus, hingga yang paling besar seperti matahari hadir dalam bentuk bulat. Struktur inilah yang kemudian dipakai Bando dalam rancangan bangunannya.

“Bentuk bola meratakan tegangan yang diterima oleh struktur. Bisa dilihat bahwa tidak ada segmentasi ataupun sudut; kita tidak bisa membedakan mana dinding mana atap,” kata Andar seperti dikutip dari laman ITB, Rabu (21/3/2012).

Dia melanjutkan, sebenarnya struktur bola sebagai rancangan bangunan sudah dipakai lama. Namun, struktur tersebut biasanya menemui kendala pada desain cangkangnya.

Bando pun memilih bambu sebagai material utama. Alasannya, selain ramah lingkungan, murah, dan melimpah, bambu juga mudah diproses, bahkan oleh berbagai industri kecil.

Project Director Bamboo Shelter Project Harmein Khagi memaparkan, setelah diolah menjadi lembaran, bilah-bilah bambu disambungkan dengan menggunakan baut dan kawat membentuk modul-modul heksagonal dan pentagonal.

Proyek ini, kata Harmein, tidak hanya melibatkan mahasiswa Desain Produk ITB, tetapi juga mahasiswa dari Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, Arsitektur, Teknik Mesin, serta Aeronotika dan Astronotika ITB. Semua anggota tim bahu membahu mengerjakan modul untuk kubah bola di lapangan Campus Center (CC) Timur ITB.

“Total ada 12 modul pentagon dan 20 modul heksagon yang akan kami buat. Mula-mula kami akan buat bagian atasnya. Setelah jadi, kubah akan dikerek dengan tiga buah menara ke bagian atas untuk dilanjutkan hingga bagian bawah. Sebelum penyelesaian, akan dipasang bagian kakinya dahulu,” kata Harmein.

Mahasiswa Desain Produk ITB tersebut berharap, Bamboo Shelter Project yang dimulai 19 Maret lalu ini dapat rampung pada Kamis, 22 Maret besok. Hasil akhir proyek ini adalah struktur bambu berukuran besar yang minim bahan namun memiliki ketahanan terhadap gempa.

Bamboo Shelter Project bukanlah usaha eksplorasi bambu pertama yang dilakukan Bando. Sejak 2009, setiap tahun, dia menggelar workshop tentang desain bambu di program studi Desain Produk ITB. Sepanjang 2011, Bando bahkan menetap sebagai dosen tamu. Baginya, Bamboo Shelter Project adalah salah satu bentuk pertanggungjawabannya.

by : okezone.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s